Senin, 29 Januari 2018




TARI SAMAN ACEH
Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan Bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusiadalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.
Pada awalnya, tarian saman hanya dimainkan para pria yang jumlahnya tidak lebih dari 10 orang, 8 sebagai penari dan 2 sebagai pemberi aba-aba. Namun, pada perkembangannya, menyadari bahwa sebuah tarian akan menjadi semakin semarak jika dimainkan oleh lebih banyak penari, maka tari saman pun jadi boleh ditarikan oleh lebih dari 10 penari. Selain itu, para wanita yang awalnya tidak boleh memainkan tarian ini, juga menjadi diperkenankan untuk memainkannya.
Gerakan-gerakan dalam tari saman secara umum terbagi menjadi beberapa unsur, yaitu gerakan tepuk tangan dan gerak tepuk dada, gerak guncang, gerak kirep, gerak lingang, dan gerak surang-saring. Nama-nama semua gerakan dalam tari saman ini berasal dari bahasa Gayo.
Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang disebut syekh. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari harus memiliki konsentrasi yang tinggi. Mereka harus berlatihan dengan serius agar dapat tampil dengan sempurna.
Tari saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut syekh. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna. Tarian ini khususnya ditarikan oleh para pria.
Pada zaman dahulu, tarian ini pertunjukkan dalam acara adat tertentu, di antaranya dalam upacara memperingati hari Maulid Nabi Muhammad. Selain itu, khususnya dalam konteks masa kini, tarian ini dipertunjukkan pula pada acara-acara yang bersifat resmi, seperti kunjungan tamu-tamu antar kabupaten dan negara, atau dalam pembukaan sebuah festival dan acara lainnya.     


#Ika_Kholifatun_12


 MENGENAL TARI SAMAN
Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan Bahasa Gayo. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara.
Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.
A.      Makna dan Fungsi
Tari Saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan, dakwah, atau nasihat. Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.
Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton. Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan berkesinambungan.
B.       Sejarah dan Asal Usul Tari Saman
Tari saman yaitu tarian asal suku hayo yang ada di Aceh. Tari saman ini mulai dimaksimalkan mulai dari abad ke 14 oleh seorang ulama besar yang bernama Syekh Saman. Awalnya tarian ini cuma sekadar permainan rakyat yang sebelumnya diberikan nama Pok Ane.
Kemudian kebudayaan islam masuk ke tanah Gayo sehingga dua kultur ini berakulturasi dan menyebabkan perubahan mulai dari lagu, yang sebelumnya hanya sekedar komplemen sekarang menjadi nyanyian yang dipenuhi arti dan makna kebanggaan untuk Allah. Adat islam juga mengubah gerakan tari saman dari gerakan tepukan tangan dan perubahan tempat duduknya.
C.       Nyanyian
Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari Tari Saman. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam:
1.         Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
2.         Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.
3.         Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4.         Syekh, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak.
5.         Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.
D.      Gerakan
Tarian Saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman, yakni tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, Syekh Saman mempelajari tarian Melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam demi memudakan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.
Tari Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini menggunakan bahasa Bahasa Gayo).
E.       Penari
Pada umumnya, tarian saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil. Pendapat lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang lebih dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, dalam perkembangan di era modern yang menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syekh. Selain mengatur gerakan para penari, syekh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman, yaitu ganit.
F.        Fakta tentang tari saman
Tari saman adalah salah satu kekayaan tradisi bangsa Indonesia yang berasal dari Gayo, Aceh. Beberapa penghargaan MURI atas rekor jumlah penari saman terbanyak adalah 5.054 (tahun 2011) dan 12.262 jumlah penari. Dengan menggunakan kain yang bermotif khas Kerawang Gayo para penari melaksanakan tarian dengan cantik serta kompak dalam meniru tempo tarian yang berubah-ubah.
1.         Tari Saman Sering Disamakan Dengan Tari Ratoeh Datuk
Beberapa orang menganggap bahwa tari saman sama dengan tari ratoeh datuk, faktanya kedua tari ini berbeda. Perbedaannya dipandang pada penarinya, tari saman ditarikan oleh penari pria dengan jumlah yang ganjil, sedangkan tari ratoeh datuk ditarikan oleh penari perempuan dengan jumlah yang genap. Perbedaan lainnya pada segi bajunya, tari saman mengenakan pakaian yang bermotif, sedangkan tari ratoeh datuk mengenakan pakaian yang polos dipadukan dengan songket Aceh.
2.         Berfungsi Sebagai Media Berdakwah
Tari saman telah ada sejak abad ke-14 kemudian dikembangkan kembali oleh Syekh Saman. Tari smaan ini dipakai sebagai media untuk menyebar luaskan agama islam juga memberikan bimbingan, pengajaran, dan mengajarkan perihal kebersamaan dan kekompakan.
3.         Milik Aceh Untuk Dunia
Irwandi Yusuf (Gubernur Aceh), mengucapkan bahwa tari saman milik Aceh utuk diperlihatkan kepada dunia dan tari saman adalah milik dunia yang disusun oleh Gayo Lues, bukan Aceh secara keseluruhan.
4.         Diakui UNESCO Sebagai Salah Satu Warisan Dunia
Terdapat 4 skor yang harus dimiliki oleh suatu kebudayaan agar diakui sebagai warisan oleh UNESCO adalah keunikan, keabsahan, adanya skor filosofi yang bersifat universal, dan kekuatan tular ke masyarakat. Salah satu kebudayaan Indonesia yang mempunyai keempat hal ni adalah tari saman.
5.         Pelarangan Tari Saman
Saat ini tari saman populer dan terkenal di kancah internasional adalah dengan sebutan nama tangan seribu, pada zaman belanda terian ini pernah sempat dilarang sebab terdapat elemen magis didalamnya yang mampu menyesatkan orang. Namun, laragan tersebut tak direspon oleh rakyat Aceh yang terus melakukan dan melestarikan tari saman ini.

#Arwa_Kurnia_Oktaviana_06

Kamis, 25 Januari 2018



Tari Saman
Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan Bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusiadalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.
Biasanya, tari saman ditampilkan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau panggung). Namun seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan. Kini, tari saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu.
Tari Saman dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah, lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.
Tari Saman dijadikan sebagai media dakwah. Sebelum Saman dimulai, tampil pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat. Pemuka adat memberikan nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton. Syair-syair yang di antunkan dalam tari Saman juga berisi petuah-petuah dan dakwah.
Namun dewasa ini, fungsi tarian saman menjadi bergeser. Tarian ini jadi lebih sering berfungsi sebagai media hiburan pada pesta-pesta, hajatan, dan acara-acara lain.
1.      Pada tari Saman, terdapat 5 macam nyanyian : Rengum, yaitu sebagai pembukaan atau mukaddimah dari tari Saman (yaitu setelah dilakukan sebelumnya keketar pidato pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi. Begitu berakhir langsung disambung secara bersamaan dengan kalimat yang terdapat didalamnya, antara lain berupa pujian kepada seseorang yang diumpamakan, bisa kepada benda, atau kepada tumbuh-tumbuhan.
2.        Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.
3.       Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4.        Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak.
5.        Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari.

#Sarina_Oksiana_28